Bertempat di Aula Pertemuan Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, NTB (16 April 2026) telah diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pelestarian Kre Sesek sebagai Warisan Budaya Sumbawa melalui Platform E-Learning Edubudaya Samawanesia untuk Penguatan Peran Perempuan dan Inklusi Generasi Muda” yang merupakan bagian dari realisasi program hibah Dana Indonesiana yang diperoleh oleh Ibu Ivon Arisanti, Ph.D. yang merupakan Dosen Program Studi Psikologi, Universitas Teknologi Sumbawa.
Ibu Ivon Arisanti, Ph.D., selaku penggagas program, menyampaikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada upaya dokumentasi, tetapi juga membutuhkan pendekatan inovatif yang melibatkan generasi muda dan pemberdayaan perempuan. “Melalui platform Edubudaya Samawanesia, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang mudah diakses, sehingga pengetahuan tentang Kre Sesek dapat diwariskan secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi perempuan,” ujarnya.
Dalam FGD ini, hadir berbagai pihak sebagai peserta diskusi diantaranya para penenun, unsur pemerintah, akademisi, kelompok pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya, dengan menghadirkan para pembicara sebagai pemantik diskusi, antara lain: Tokoh Budaya, Ibu Siti Aminah, S.Pd., S.Psi., Bapak Sutan Syahril, S.Sos dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Ibu Sri Handayani, S.E dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, serta Bapak Lalu Ahmad Taubih, M.Sc.,CHCM selaku Kepala Rumah BUMN Sumbawa.
Diskusi dalam FGD ini menyoroti beberapa poin penting, antara lain:
- Strategi pelestarian Kre Sesek berbasis komunitas dan teknologi
- Peran perempuan sebagai pelaku utama dalam produksi dan pewarisan keterampilan
- Integrasi muatan budaya lokal dalam sistem pendidikan
- Digitalisasi arsip budaya sebagai upaya dokumentasi dan promosi
- Pengembangan UMKM berbasis produk budaya
Kehadiran Rumah BUMN Sumbawa selaku Pusat Pelatihan dan Pendampingan UMKM Binaan PT PLN (Persero) turut memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi dengan memberikan perspektif terkait pengembangan kapasitas pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan pasar digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, komunitas budaya, serta sektor industri dalam menjaga eksistensi Kre Sesek. Selain itu, platform Edubudaya Samawanesia diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berbasis budaya yang inovatif dan inklusif di masa depan.



