PT PLN (Persero) UIW NTB melalui Rumah BUMN Sumbawa melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Usaha UMKM Binaan Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Millie Style Hotel Sumbawa Besar. Kegiatan ini diikuti oleh 15 UMKM binaan unggulan sebagai bagian dari upaya untuk memantau perkembangan usaha sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan yang diperlukan pada semester berikutnya.
Monitoring dan evaluasi ini menjadi agenda penting dalam memastikan program pembinaan yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan dan penguatan kapasitas usaha UMKM. Melalui kegiatan ini, Rumah BUMN Sumbawa melakukan pengukuran terhadap berbagai indikator perkembangan usaha, mulai dari aspek legalitas, produksi, pemasaran, keuangan, hingga sumber daya manusia (SDM).
Dalam pelaksanaannya, Rumah BUMN Sumbawa menggandeng Konsultan Bisnis dan Entrepreneur, Yaumi Ramdhani, S.E., M.M., untuk membantu proses evaluasi sekaligus memberikan masukan strategis bagi para pelaku UMKM. Menurut Yaumi, monitoring dan evaluasi merupakan instrumen penting untuk mengetahui posisi perkembangan usaha secara objektif serta menjadi dasar dalam menyusun strategi pengembangan yang lebih tepat sasaran.
“Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, pelaku UMKM dapat memahami sejauh mana perkembangan usahanya, mengetahui tantangan yang masih dihadapi, serta menentukan langkah perbaikan berdasarkan data dan kondisi usaha yang sebenarnya,” jelas Yaumi.
Proses evaluasi dilakukan dengan mengukur sejumlah indikator utama, seperti pertumbuhan omzet, laba usaha, jumlah pelanggan, kapasitas produksi, perluasan pasar, serta tingkat pemanfaatan teknologi digital dalam operasional bisnis. Selain itu, peserta juga melakukan penilaian terhadap model bisnis yang dijalankan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) untuk mengidentifikasi peluang pengembangan dan inovasi usaha ke depan.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengukuran capaian usaha, tetapi juga menjadi sarana bagi UMKM binaan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama enam bulan pertama tahun 2026. Hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menyusun rencana tindak lanjut dan strategi pengembangan usaha yang lebih terarah pada semester berikutnya.
Sebagai bagian dari proses monitoring, Rumah BUMN Sumbawa juga melakukan pemetaan tingkat kematangan usaha UMKM binaan melalui sejumlah indikator yang telah ditetapkan. Pemetaan ini bertujuan untuk mengetahui posisi perkembangan masing-masing UMKM, mulai dari kategori usaha rintisan, berkembang, bertumbuh, maju, hingga mandiri. Dengan demikian, program pembinaan dan pendampingan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat perkembangan setiap pelaku usaha.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Usaha Semester I Tahun 2026 ini, Rumah BUMN Sumbawa berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan UMKM binaan sekaligus memastikan setiap pelaku usaha mendapatkan dukungan yang tepat untuk meningkatkan daya saing, memperkuat keberlanjutan usaha, dan memperluas peluang pasar di masa mendatang.





