Keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak hanya dilihat dari bantuan yang telah disalurkan, tetapi juga dari manfaat dan perubahan yang dihasilkan bagi penerima manfaat. Sebagai bagian dari upaya mengevaluasi dampak tersebut, Rumah BUMN Sumbawa menjadi salah satu penerima manfaat yang terlibat dalam kegiatan Pengukuran Social Return on Investment (SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIW NTB Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026) di Kantor Rumah BUMN Sumbawa dengan dihadiri langsung oleh Tim SROI serta tujuh UMKM Binaan yang menerima bantuan melalui program TJSL PLN.
Pengukuran ini menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat sejauh mana program TJSL memberikan manfaat bagi penerima bantuan. Melalui pendekatan SROI, evaluasi diarahkan untuk mengidentifikasi nilai sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari dukungan program, sedangkan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan penerima manfaat terhadap program yang telah dijalankan. Kedua pendekatan tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi dalam menilai kebermanfaatan suatu program pemberdayaan.
Keterlibatan tujuh UMKM Binaan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pengumpulan informasi secara langsung dari penerima manfaat. Sebagai pihak yang merasakan dukungan program, para pelaku UMKM mengungkapkan apa saja manfaat yang diterima dengan adanya program ini, UMKM juga mengungkapkan memiliki pengalaman dan perspektif mengenai pemanfaatan bantuan serta kontribusinya terhadap aktivitas dan perkembangan usaha. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai pelaksanaan program TJSL.
Bagi Rumah BUMN Sumbawa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali manfaat pendampingan dan dukungan yang telah diterima melalui program TJSL PLN UIW NTB. Evaluasi tidak hanya berfokus pada realisasi bantuan, tetapi juga pada bagaimana dukungan tersebut dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah bagi UMKM Binaan. Dengan demikian, proses pengukuran menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa program pemberdayaan memiliki relevansi terhadap kebutuhan penerima manfaat.
Pelaksanaan pengukuran SROI dan IKM ini sekaligus mencerminkan pentingnya akuntabilitas dalam penyelenggaraan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Melalui evaluasi yang melibatkan penerima manfaat secara langsung, PLN UIW NTB dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai manfaat program sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program berikutnya.
Lebih dari sekadar mengukur capaian, kegiatan ini menempatkan pengalaman penerima manfaat sebagai bagian penting dalam menilai keberhasilan sebuah program pemberdayaan. Bagi tujuh UMKM Binaan yang terlibat, kesempatan menyampaikan pengalaman dan manfaat yang dirasakan menjadi bagian dari kontribusi mereka dalam proses evaluasi. Sebab, nilai sebuah program TJSL pada akhirnya tidak hanya tercermin dari besarnya dukungan yang diberikan, tetapi juga dari perubahan dan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
anggia/oby/nurul





